Jangan Panik! Panduan Lengkap & Menarik: Cara Cek Relay Starter Vario 150 Sendiri di Rumah (Plus Troubleshooting A-Z)

Irfan Hilmi

Relay starter pada Honda Vario 150 adalah komponen krusial dalam sistem kelistrikan yang bertanggung jawab untuk menyalurkan arus listrik besar dari aki ke motor starter. Ketika relay ini bermasalah, alhasil Vario 150 kesayangan Anda akan mogok dan tidak bisa di-starter. Daripada langsung panik dan membawa ke bengkel, ada baiknya Anda mencoba memeriksa dan melakukan troubleshooting sederhana sendiri di rumah. Panduan ini akan membimbing Anda langkah demi langkah, mulai dari memahami fungsi relay starter, mengenali gejala kerusakan, hingga cara cek relay starter Vario 150 yang benar dan aman. Mari simak!

Mengapa Relay Starter Penting? Memahami Fungsinya dalam Sistem Starter

Sebelum membahas cara pengecekan, penting untuk memahami mengapa relay starter begitu vital. Relay starter bertindak sebagai saklar elektronik yang dikendalikan oleh arus kecil dari tombol starter. Ketika Anda menekan tombol starter, arus kecil ini mengaktifkan relay, sehingga relay menghubungkan arus besar dari aki langsung ke motor starter. Motor starter inilah yang kemudian memutar mesin hingga mesin hidup.

Bayangkan jika tidak ada relay. Arus besar dari aki harus langsung melewati tombol starter. Hal ini akan sangat berbahaya karena tombol starter akan cepat rusak dan bisa menimbulkan percikan api. Relay starter inilah yang melindungi sistem kelistrikan dan memastikan proses starter berlangsung aman dan efisien.

Mengenali Gejala Relay Starter Vario 150 Bermasalah: Kapan Harus Curiga?

Deteksi dini gejala kerusakan relay starter sangat penting agar masalah tidak semakin parah. Berikut adalah beberapa indikasi yang perlu Anda waspadai:

  • Tidak Ada Respon Saat Tombol Starter Ditekan: Ini adalah gejala paling umum. Ketika Anda menekan tombol starter, tidak ada suara sama sekali, motor starter tidak berputar, dan lampu indikator tetap menyala normal.
  • Bunyi "Klik" Berulang dari Area Relay Starter: Jika Anda mendengar suara "klik" berulang kali dari area relay starter saat menekan tombol starter, ini menandakan relay mencoba bekerja tetapi gagal menghubungkan arus dengan sempurna. Biasanya ini disebabkan oleh kontak relay yang kotor atau aus.
  • Starter Terasa Berat atau Lambat: Meskipun motor starter berputar, putarannya terasa berat atau lambat dari biasanya. Hal ini bisa disebabkan oleh relay yang memberikan arus tidak optimal.
  • Starter Kadang Bisa, Kadang Tidak: Gejala ini mengindikasikan kerusakan intermiten pada relay. Kadang relay berfungsi normal, kadang tidak.
  • Sekring Relay Starter Putus Berulang Kali: Jika sekring yang terhubung ke relay starter sering putus, ini bisa menandakan adanya korsleting di dalam relay atau beban berlebihan.
  • Lampu Indikator Redup Saat Tombol Starter Ditekan: Ini menandakan bahwa arus dari aki terserap habis oleh relay yang bermasalah, sehingga mengurangi tegangan untuk lampu indikator.
Baca Lainnya  Panduan Lengkap: Honda Vario 150 2019

Jika Anda mengalami salah satu atau beberapa gejala di atas, segera lakukan pengecekan pada relay starter Vario 150 Anda.

Peralatan yang Dibutuhkan: Persiapan Sebelum Memulai Pengecekan

Sebelum memulai proses pengecekan, pastikan Anda telah menyiapkan peralatan yang diperlukan. Berikut daftar lengkapnya:

  • Obeng (+ dan -): Digunakan untuk membuka cover bodi dan melepas relay.
  • Tang: Berguna untuk melepas konektor dan kabel yang terhubung ke relay.
  • Multimeter (Avometer): Alat penting untuk mengukur tegangan, arus, dan resistansi. Pastikan Anda sudah familiar dengan cara menggunakannya.
  • Kabel Jumper: Berguna untuk melakukan tes langsung pada motor starter (akan dijelaskan lebih lanjut).
  • Kunci Pas/Ring yang Sesuai: Mungkin dibutuhkan untuk membuka baut yang mengamankan relay.
  • Kain Lap: Untuk membersihkan relay dan area sekitarnya.
  • Buku Manual Vario 150: Membantu Anda menemukan lokasi relay starter dan memahami diagram kelistrikan. (Sangat disarankan)
  • Sarung Tangan (Opsional): Melindungi tangan Anda dari kotoran dan sengatan listrik ringan.
  • Penerangan yang Cukup: Pastikan Anda bekerja di tempat yang terang agar lebih mudah melihat dan menghindari kesalahan.

Lokasi Relay Starter Vario 150: Mencari ‘Si Biang Kerok’

Lokasi relay starter Vario 150 bisa bervariasi tergantung pada tahun pembuatan. Namun, umumnya relay starter terletak di salah satu dari lokasi berikut:

  • Di Bawah Jok: Ini adalah lokasi yang paling umum. Anda perlu membuka jok dan mencari kotak sekring dan relay. Biasanya relay starter berukuran lebih besar dari relay lainnya.
  • Di Dekat Aki: Terkadang relay starter terletak di dekat aki, mungkin di bawah cover plastik.
  • Di Dalam Cover Bodi Depan: Beberapa model Vario 150 menempatkan relay starter di dalam cover bodi depan.

Lihat buku manual Vario 150 Anda untuk mengetahui lokasi pasti relay starter pada motor Anda.

Langkah Demi Langkah: Cara Cek Relay Starter Vario 150 dengan Multimeter

Setelah menemukan lokasi relay starter, ikuti langkah-langkah berikut untuk melakukan pengecekan dengan multimeter:

Baca Lainnya  Honda Vario 150: Skuter Sporty dengan Performa Mengagumkan

1. Pemeriksaan Visual:

  • Periksa kondisi fisik relay. Apakah ada tanda-tanda kerusakan seperti retak, pecah, atau terbakar?
  • Periksa konektor dan kabel yang terhubung ke relay. Apakah ada yang longgar, berkarat, atau putus?
  • Bersihkan relay dan konektor dari kotoran dan debu dengan kain lap kering.

2. Pengukuran Tegangan Input Relay:

  • Lepaskan konektor dari relay starter.
  • Atur multimeter ke mode pengukuran tegangan DC (Direct Current).
  • Hubungkan probe merah multimeter ke kabel positif (+) dari konektor yang menuju ke aki (biasanya kabel merah).
  • Hubungkan probe hitam multimeter ke massa (ground) rangka motor.
  • Putar kunci kontak ke posisi "ON".
  • Anda seharusnya membaca tegangan aki (sekitar 12-13 volt). Jika tidak ada tegangan, periksa sekring aki dan kabel yang menghubungkan aki ke relay.

3. Pengukuran Tegangan Output Relay Saat Tombol Starter Ditekan:

  • Pasang kembali konektor ke relay starter.
  • Atur multimeter ke mode pengukuran tegangan DC.
  • Hubungkan probe merah multimeter ke kabel positif (+) yang menuju ke motor starter.
  • Hubungkan probe hitam multimeter ke massa (ground) rangka motor.
  • Tekan tombol starter.
  • Anda seharusnya membaca tegangan aki (sekitar 12-13 volt) saat tombol starter ditekan. Jika tidak ada tegangan atau tegangannya jauh lebih rendah, relay starter kemungkinan besar rusak.

4. Pengukuran Resistansi Relay (Tanpa Arus):

  • Lepaskan relay starter dari konektor.
  • Atur multimeter ke mode pengukuran resistansi (Ohm).
  • Identifikasi terminal koil relay (biasanya ditandai dengan angka 85 dan 86). Terminal ini akan terhubung ke tombol starter.
  • Hubungkan probe multimeter ke kedua terminal koil relay (85 dan 86).
  • Anda seharusnya membaca nilai resistansi tertentu (biasanya antara 50-150 Ohm). Jika nilai resistansinya sangat tinggi (tak terhingga) atau sangat rendah (mendekati 0), koil relay kemungkinan putus atau korslet.

5. Tes Kontinuitas Relay (Dengan Arus):

  • Anda membutuhkan aki 12 volt dan dua buah kabel jumper.
  • Lepaskan relay starter dari konektor.
  • Hubungkan kabel positif (+) dari aki ke terminal 85 (atau 86) pada relay.
  • Hubungkan kabel negatif (-) dari aki ke terminal 86 (atau 85) pada relay.
  • Anda seharusnya mendengar suara "klik" dari relay, menandakan koil relay bekerja dan menghubungkan kontak.
  • Atur multimeter ke mode kontinuitas (biasanya ditandai dengan simbol dioda atau bunyi buzzer).
  • Hubungkan probe multimeter ke terminal 30 (input dari aki) dan terminal 87 (output ke motor starter).
  • Saat relay tidak dialiri arus (tidak ada tegangan dari aki), multimeter seharusnya tidak menunjukkan kontinuitas (tidak ada bunyi buzzer).
  • Saat relay dialiri arus (ada tegangan dari aki dan terdengar suara "klik"), multimeter seharusnya menunjukkan kontinuitas (ada bunyi buzzer).
  • Jika relay tidak "klik" atau tidak ada kontinuitas saat dialiri arus, relay starter rusak dan perlu diganti.
Baca Lainnya  Panduan Ekstensif: Mengoptimalkan Pengalaman Berkendara dengan Vario 150 Hitam Doff

Troubleshooting Lanjutan: Jika Relay Starter Ternyata Baik-Baik Saja

Jika setelah melakukan semua pengecekan di atas relay starter ternyata berfungsi normal, kemungkinan masalahnya terletak pada komponen lain dalam sistem starter. Berikut beberapa kemungkinan lainnya:

  • Motor Starter Rusak: Motor starter yang aus atau rusak tidak akan berputar meskipun relay starter berfungsi. Anda bisa mencoba mengetuk motor starter dengan palu karet saat menekan tombol starter. Jika motor starter berputar setelah diketuk, kemungkinan motor starter perlu diperbaiki atau diganti.
  • Kabel dan Konektor Bermasalah: Periksa semua kabel dan konektor yang terhubung ke sistem starter, termasuk kabel dari aki ke relay, kabel dari relay ke motor starter, dan kabel massa. Pastikan tidak ada yang longgar, berkarat, atau putus.
  • Aki Lemah: Aki yang tegangannya rendah tidak akan mampu memberikan arus yang cukup untuk memutar motor starter. Cek tegangan aki dengan multimeter. Jika tegangannya di bawah 12 volt, aki perlu diisi ulang atau diganti.
  • Solenoid Starter Rusak (Jika Ada): Beberapa model Vario 150 menggunakan solenoid starter tambahan. Solenoid ini bertugas mendorong pinion gear motor starter ke flywheel mesin. Jika solenoid rusak, motor starter tidak akan terhubung dengan mesin.
  • Masalah pada Sistem Pengapian: Meskipun jarang terjadi, masalah pada sistem pengapian juga bisa menyebabkan mesin sulit di-starter.

Tips Tambahan: Merawat Relay Starter Agar Awet

Agar relay starter Vario 150 Anda awet dan tidak mudah rusak, lakukan perawatan berikut:

  • Hindari Memaksa Starter: Jangan menekan tombol starter terlalu lama jika mesin sulit di-starter. Hal ini bisa membuat relay dan motor starter cepat panas dan rusak.
  • Pastikan Aki dalam Kondisi Baik: Aki yang sehat memberikan tegangan dan arus yang stabil, sehingga mengurangi beban pada relay starter.
  • Periksa dan Bersihkan Konektor Secara Berkala: Konektor yang kotor atau berkarat bisa menyebabkan resistansi yang tinggi, sehingga mengurangi efisiensi relay starter.
  • Gunakan Relay Starter Original: Relay starter original biasanya memiliki kualitas yang lebih baik dan lebih tahan lama dibandingkan relay aftermarket.

Kapan Harus ke Bengkel?

Meskipun panduan ini memberikan informasi lengkap tentang cara cek relay starter Vario 150, ada beberapa situasi di mana Anda sebaiknya membawa motor Anda ke bengkel:

  • Anda Tidak Yakin dengan Kemampuan Anda: Jika Anda merasa tidak yakin atau kurang berpengalaman dalam memperbaiki kelistrikan motor, lebih baik serahkan pekerjaan ini kepada mekanik profesional.
  • Masalah Lebih Kompleks: Jika setelah melakukan semua pengecekan dan troubleshooting masalah masih belum teratasi, kemungkinan ada masalah yang lebih kompleks yang memerlukan peralatan dan pengetahuan khusus.
  • Tidak Punya Peralatan yang Dibutuhkan: Jika Anda tidak memiliki multimeter atau peralatan lain yang diperlukan, lebih baik bawa motor Anda ke bengkel.

Dengan mengikuti panduan ini, Anda diharapkan dapat memeriksa dan melakukan troubleshooting sederhana pada relay starter Vario 150 Anda sendiri di rumah. Semoga bermanfaat dan selamat mencoba! Jangan lupa selalu utamakan keselamatan saat bekerja dengan kelistrikan.

Bagikan:

Artikel Lainnya